MENELISIK ISTANA KERAJAAN MELAYU YANG MASIH BERDIRI KOKOH DI KOTA MEDAN

By CERITA WINNIE BLOG - March 25, 2016


Horas Medan!

Medan, tau donk kota satu ini - kota yang menjadi ibukota Sumatera Utara dan merupakan kota yang banyak penduduknya di Pulau Sumatera. Berbicara tentang Medan, gue pasti paling semangat buat dibahas. Kenapa? Karena gue suka banget kota ini mulai dari kulinernya dari yang makanan halal sampai non halal, arsitektur tata kotanya, orang-orangnya yang ramah, dan wisatanya juga nggak kalah menarik. Selain itu, di kota ini penduduknya beragam etnik, ada etnik jawa, batak, chinese, bahkan ada kampung india. Wahh jarang-jarang kan ketemu kota yang punya beragam etnik.

Saat momen mudik gue kemarin, gue sempatin buat mengunjungi kota Medan. Nah mumpung gue ada di kota Medan, gue pengen banget mengunjungi Istana Maimun, Istana yang menjadi titik awal kebudayaan Melayu Deli. Sekali-kali belajar sejarah kebudayaan boleh donk.

Welcome To Istana Maimun

Sebenarnya banyak banget manfaatnya kalau kita sering mengunjungi situs budaya atau sejarah kaya gini, salah satunya kita jadi belajar sejarah lagi yah namanya juga hidup walau udah tua (bukan anak sekolah lagi) hidup harus belajar terus dan jangan pernah berhenti ( tumben gue lagi bener ngomongnya, hihi) terus manfaat yang lain lagi kita bisa jaga dan lestarikan budaya kita sendiri. Jangan sampai deh diambil situs budaya kita sama negara tetangga (seperti yang sering diperdebatkan di TV).

Oke back to Istana Maimun..


Kalau bukan kita, siapa lagi? Anak-anak sekolah aja happy belajar sejarah

Sedikit Sejarah Istana Maimun

Istana ini merupakan istana kebesaran Kesultanan Deli, istana ini dulunya didesain oleh seorang arsitek asal Itali tahun 1888 namun dibangun oleh Sultan Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 173. Sebagai warisan Kesultanan Melayu, bangunan Istana ini didominasi dengan warna kuning yang merupakan warna kebesaran Melayu. Saya sangat tertarik banget dengan sejarah Istana ini. Dibeberapa tempat ada petunjuk sejarah yang bisa kita baca. Pada tahun 1946, Istana ini sudah dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli, dan pada hari-hari tertentu diistana ini sering diadakan musik tradisional Melayu, biasanya pertunjukan-pertunjukan itu dihelat pada acara pernikahan.

Istana yang masih berdiri kokoh di Jl. Brigjen Katamso Kelurahan Sukaraja Kecamatan Medan Maimun ini masih digunakan sebagai rumah tempat tinggal oleh ahli waris Kesultanan Deli yang sekarang. Tapi untuk dibagian depannya, dijadikan sebagai Museum yang dapat kita lihat sejarahnya. Waktu saya berkunjung kesana, pengunjungnya kebanyakan anak-anak sekolah yang sedang study tour belajar budaya Melayu. Salut pada generasi muda yang masih perduli dengan budaya kita sendiri.
Dibaca dulu biar kenal sejarah
Tiket masuk Istana Maimun ini, pengunjung dikenakan biaya Rp.5.000,- saja. Cukup murah kan. Dan gue pun benar-benar takjub melihat interior dalam istana ini. Perpaduan antara gaya Eropa dan Melayu namun ada unsur Islami juga terlihat.

Mau tau kan seperti apa perpaduan antara gaya Eropa, Melayu dan Islami neh gue jabarkan satu persatu setiap ruang di Istana ini.

Diruang depan, gue melihat disudut kiri ada dua kursi, yang gue baca dari informasi yang tertera di ruangan inilah biasanya kesultanan Deli menerima tamu. Dan dikursi ini raja & ratu kesultanan akan duduk. Kursi ini terlihat kuno tapi sangat bergaya kerajaan Eropa. Disebelah kanannya kursi ini, terlihat ada sebuah lemari yang juga bergaya Eropa, mungkin ini lemari dulunya tempat menyimpan buku-buku koleksi kesultanan Deli.




Perabot Rumah Tangga yang bergaya Eropa

Jika gue masuk lagi ke ruang tengah, ada yang mencuri perhatian gue disudut kanan, gue melihat kursi singgasana kerajaan Melayu. Kursi singgasana itu berwarna kuning keemasan segala ornamennya, mulai dari tempat duduknya, kelambunya dan tiang-tiang di setiap sudutnya semua berwarna kuning keemasan terlihat begitu elegan dan mencirikan kebudayaan Melayu.

Dan sekarang kursi singgasana itu masih ada dan terjaga bahkan setiap itemnya tidak ada yang dihilangkan loh. Dan setiap pengunjung yang kesini tidak boleh duduk di kursi singgasana.

Kursi Singgasana Kesultanan Melayu Deli
Di sudut kanan ada kursi singgasana, disudut kiri ada beberapa perabot rumah tangga lainnya, seperti kursi panjang, beberapa frame foto kesultanan Deli yang dipajang rapi semuanya bergaya Eropa. Tapi di Istana Maimun nggak semuanya bergaya Eropa, jika kita lihat di atap langit terlihat corak arsitekturnya bergaya Islami, terlihat dari bentuk lengkung seperti perahu terbalik mirip yang di Timur Tengah gitu. 

Sudut lain dari Istana Maimun

Diantara frame foto yang terpajang gue tertarik sama satu frame foto anak kecil mungkin berusia 9 tahunan. Dan difoto itu terlihat dia begitu gagah dengan menggunakan baju kesultanan. Mungkin ini adalah penerus kerajaan Melayu Deli yang paling muda, hehe boleh atuh dikenalin ke gue :))

Ruang Tengah disudut kanan 
Banyak didominasi warna kuning

Lagi asyik-asyik melihat setiap sudut Istana ini, tiba-tiba sayup-sayup terdengar ada alunan musik Melayu, ternyata di balkon luar ada Band Melayu yang berpakaian lengkap baju Melayu sedang mendendangkan bait-bait lagu Selendang Panjang. 

Setiap harinya di Istana Maimun ada pertunjukkan Live Musik Melayu cuma ada jam-jam tertentu saja. Beruntung banget pas gue kesana gue bisa melihatnya.

Ini dia Band Melayu yang menghibur pengunjung disini

Satu lagi yang menarik perhatian gue, gue melihat beberapa pengunjung disini menggunakan kostum Melayu. Hmmm penasaran dari mana kostum-kostum itu. 

Ternyata di sebelah dalam Istana ini, ada beberapa ruang untuk menyewakan kostum kerajaan Melayu lengkap sama aksesorisnya seperti crown dan kipas. Gue pun tertarik untuk mencobanya. Murah kok harga sewanya, untuk sewa bajunya murah hanya meroggoh kocek sebesar 15.000 rupiah untuk kostum Melayu tapi kalau mau ditambahkan aksesoris crown, gue harus meroggoh kocek lagi 50.000 rupiah. Kalau udah seperti Putri Melayu begini kalau nggak difoto kayanya kurang lengkap ya? gue pun harus meroggoh kocek 10.000 rupiah. Dan setiap pengunjung yang menyewa kostum, bisa foto di kursi singgasana.

Nah pengunjung bisa neh foto-foto disetiap sudut Istana ini dengan menggunakan kostum yang udah disewa. Dan jika mau foto di tempat lain (selain di kursi singgasana) kamu cukup menggunakan kamera kamu sendiri.

Udah cocok belum jadi Puteri Melayu

Yuk jangan lupa main ke situs sejarah biar mengenal jati diri bangsa kita. Jangan jadi generasi yang tidak peduli dengan budaya sendiri.

Enjoy my Blog


Winnie



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments