Menari Bersama Patung Mistis dari Tanah Batak

By CERITA WINNIE BLOG - April 16, 2014




Waktu saya mudik ke kampung halaman saya di Sumatera Utara, saya berkesempatan bisa melihat Patung yang sekarang sedang fenomenal dan saya berkesempatan mengenal sejarah dari Patung tersebut. Namanya Patung Sigale-gale, yaitu merupakan Patung yang berbau Mistis dari Tanah Batak tepatnya di Pulau Samosir.


Kenapa dinamakan Patung Mistis ya? Ada cerita dibalik namanya Patung Mistis tersebut. Menurut yang saya baca dari blog detiktravel.com

Konon, dulu ada seorang Raja di Uluan bernama Raja Rahat. Raja ini telah ditinggal lama oleh istrinya dan hanya mempunyai satu orang anak lelaki yang menjadi putra mahkota dari kerajaan itu sendiri. Namanya Putra Manggale. Dalam kepemimpinannya, Raja ini sangat bijaksana dan putranya juga sangat dihormati dan disegani oleh rakyatnya karena ketangkasannya dalam berperang.


Tibalah pada suatu hari, terdengar kabar bahwa di hutan Uluan yang telah menjadi perbatasan Uluan telah berkumpul pasukan dari negeri seberang Uluan hendak menyerang dan menjarah harta kekayaan alam Uluan.Mendengar hal itu rakyat dan juga Raja tampak gelisah dan dia berusaha keras memikirkan rencana untuk ancaman tersebut.


Lalu ia mengumpulkan penasehat-penasehatnya. datu-datu dan putranya Manggalae selaku panglima perang. Dari semua penatua ada seorang Datu yang dianggap sebagai penasehat tertua dan ucapan dari Datu ini sangat didengarkan oleh Raja. Datu itu bernama Datu Manggatas. Datu Manggatas menyarankan untuk berperang melawan dan mengutus Manggalae sebagai pemimpin dalam peperangan itu, dan semua pun setuju dengan pendapat Datu lalu ia pun mengutus putranya Manggalae untuk memimpin pasukan Uluan menghadapi musuh di perbatasan tersebut. 

Enam bulan berlalu, Manggalae dan pasukannya masih berperang di dalam hutan. Raja dan rakyatnya menantikan kepulangan mereka, namun belum ada kabar karena tidak ada yang berani masuk kedalam hutan. Sampai suatu seketika sang Raja bermimpi, dalam mimpinya ia melihat seekor burung gagak yang sedang terbang diatas rumahnya dan tiba-tiba burung gagak itu terjatuh dan mati karena tertusuk anak panah. Sang Raja pun sering merenungi mimpi itu dan menafsirkan nya sebagai pertanda buruk. Kekhawatiran juga ketakutannya begitu menyiksanya, karena Manggalae adalah putra semata wayangnya. Tak tahan menahan rindunya, Raja pun jatuh sakit. Melihat keadaan sang Raja para tetua dan penasehat Raja berkumpul dan berunding dalam memikirkan cara penyembuhaannya. Lalu Datu Manggatas pun memberikan masukan untuk membuat patung menyerupai wajah Manggalae dimana Datu Manggatas akan mengundang roh Manggalae untuk masuk kedalam patung tersebut agar patung tersebut dapat bergerak seperti manusia, dimana rasa rindu Raja dapat terobati apabila melihat patung itu.

Tepat pada bulan purnama, setelah semua persiapan selesai, semua rakyat pun berkumpul menantikan kehadiran Raja bersama Datu Manggatas untuk melihat patung itu, betapa terharunya semua rakyat yang berkumpul disitu karena melihat sang Raja yang menangis menatap patung itu. Lalu Datu Manggatas pun mengisyaratkan pada pargonci untuk memainkan gondang sabangunan, lalu diikuti dengan tiupan alat musik sordam. Menyusul tabuhan Gondang, sang datu mengambil tali tiga warna : merah, hitam dan putih. Lalu mengikatnya dikepala patung itu. Datu lalu mengenakan ulosnya, dan membaca mantra sambil mengelilingi patung tersebut sampai tujuh kali, dan tiba-tiba patung itu bergerak dan tidak hanya bergerak juga manortor bersama sang Datu. Kemudian Datu menjemput sang Raja untuk ikut manortor bersama patung Manggalae. Semua rakyat pun terharu dan ikut bergabung manortor bersama-sama. Mereka manortor hingga fajar terbit dan tibalah roh Manggalae tersebut harus kembali kealamnya sebelum ayam berkokok karena begitulah perjanjiannya. Roh Simanggalae pun kembali kealamnya meninggalkan patung itu juga seluruh rakyat uluan yang hadir. Dan patung itu pun tidak dapat lagi bergerak. Raja Rahat lalu menyimpaan patung itu. Demikianlah sang Raja terhibur. sehingga sejak saat itu, apabila sang Raja rindu bertemu dengan putranya, ia akan mengadakan upacara pemanggilan roh dan akan manortor bersama ''anak'' nya itu sampai pagi. Patung itu pun dinamai Sigale-gale karena gerakannya yang lemah dan seolah tak bertenaga dan upacara ini selalu dilakukan hingga sang Raja meninggal dunia.
 
Selain asal usul dari Patung ini yang terdengar serem dan mistik. Kisah di balik pembuatan Patung ini pun masih menyisakan cerita yang membuat bulu kuduk kita merinding. Konon, katanya bila seseorang sudah bersedia membuat Patung Sigale-gale ini, berarti dia sudah siap menjadi tumbal. Setelah menyelesaikan patung tersebut, biasanya mereka yang mengerjakannya langsung meninggal. Maka dari itu, pengerjaan Patung Sigale-gale dibuat secara eksklusif dan sedikit. 

Untungnya, Patung tersebut tidak punah sampe saat ini. Patung ini masih disimpan rapi dan bisa kita dapatkan di Pulau Samosir (Pulau yang berada ditengah-tengah Danau Toba). Untuk menuju ke Pulau Samosir, saya cerita ditulisan saya yang bercerita tentang Tomok ya.

Disaat kita menuju Pulau Samosir, dari kejauhan kita akan disambut dengan Patung Sigale-gale yang super besar. Konon, Patung tersebut sengaja dibuatkan sebesar itu sebagai simbol "Selamat Datang" sekaligus simbol dimana Pulau tersebut merupakan pulau dimana Patung Sigale-gale itu berasal.

Saat ini, Patung Sigale-gale bisa kita jumpai di Tomok dan Huta Siallagan.Waktu itu, saya menjumpai Patung ini di Tomok. Disini pengunjung selain bisa melihat Patung Sigale-gale, pengunjung juga bisa menortor (menari tarian khas Batak) bersama dengan Patung Sigale-gale dengan diiringi Gondang (musik khas Batak). Selain itu, pengujung juga diharuskan memakai kain Ulos (kain khas Batak). Sekali atraksi menari pengunjung dikenakan biaya seiklasnya. Tapi waktu itu, saya dikenakan tarif Rp. 80.000 per sekali pertunjukan. Ya gak apa-apalah masih murah menurut saya dengan moment yang jarang kita dapetin. 




Rumah Adat Batak Samsosir & Patung Sigale-gale
Saya yang berasal dari Tanah Batak sangat bangga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Tanah Batak. Selain itu, sebagai generasi penerus tetap menjaga kebudayaan ini agar tidak punah oleh waktu. Untuk teman-teman, Sumatera Utara bisa dijadikan daftar perjalanan kalian karena disini selain kaya budaya, dan tempat wisata juga kaya akan kulinernya.

Inilah uniknya Indonesia beraneka ragam budaya, adat istiadat dan wisatanya. Ayo generasi penerus, tetap lestarikan kekayaan budaya dan alamnya jangan sampai di ambil oleh negara tetangga. 

Enjoy my blog

Salam 


WinTravel

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments